Kami Mengutamakan Performance Yang Baik Demi Terwujudnya Sistem Kerja Yang Proffesional Sehingga Kepuasan Owner Bisa Terjamin


Minggu, 15 November 2009

HIDUP SEDERHANA TAPI AKTIF

HIDUP SEDERHANA TAPI AKTIF
Oleh : Ali Ridho

Bagun nak..., terdengar suara seorang wanita yang tak bosan – bosannya mengetuk pintu kamar dan menyiapkan seragam sekolah dipagi hari mengisi gumbang yang sudah kosong dan tak ketinggalan bunyi piring dan sendoknya hendak menyiapkan sarapan, anak itu bangun dengan wajah yang tampak masih tidur namun terkagetkan jam dinding yang sudah menunjukan pukul 6.30 bergegas ke WC dan dan buru – buru mandi , terlambat...terlambat katanya byar...byur suara air menyirami kepala dan seluruh anggota badan, mana baju sekolahku ( kata si Anak ) padahal seragam tak pernah pindah setiap harinya yang tergantung di dinding kamar....., minta uang jajan ( seperti biasa mendapat jatah Rp. 100 / hari ). Seragam sekolah sudah dikenakan, sarapan pagipun sudah turun menutupi rasa lapar sampai bel keluar main berbunyi. Assalamu alaikum saya pergi...Si Anak keluar dari rumah sambil berjalan sesekali melihat kebelakang melihat ke gang – gang kampung hendak mencari teman yang biasanya bersama – sama ke sekolah...
Tidak terlihat satupun teman juga tidak apa – apa asal saya tidak terlambat mungkin mereka sudah lebih dulu pergi, perjalanan kesekolah tidak begitu jauh walaupun melewati rumah – rumah penduduk yang terlihat dipagi harinya orang – orang sibuk melaksanakan rutinitasnya.....banyak orang –orang kampung yang beraktifitas pagi itu namun terlihatpun seorang lelaki separo baya yang sering memperhatikan saya ketika saya lewat didepan rumahnya dengan posisi serta baju yang dikenakan tidak pernah berubah setiap harinya, Gapura sekolah sudah keliahatan tanda perjalanan sudah tidak jauh lagi, masuk gerbang sekolah dan tak lama kemudian bel masuk berbunyi...ting...ting...ting Si Anak dan murid – murid lainnya beranjak dari tempat sebelumnya menuju samping depan kelas masing – masing, berbaris dengan rapi Absenpun di mulai namun ternyata pagi ini jadwal pemeriksaan kuku dimana kuku harus bersih dan tidak panjang...maaf bu’ saya belum potong kuku keluar main nanti saya janji akan memotongnya kata si Anak ibu guru mempersilahkan masuk ruang kelas dan langsung berdiri di depan meja murid samping papan tulis menunggu sanksi apalagi yang akan didapatkan dari gurunya, setelah anak – anak yang lain sudah di absen dan di periksa seperti Si Anak tadi, hmmm tersenyum karena ternyata dia punya teman yang sama – sama melanggar saat itu.
Ibu guru memberikan sanksi dan menyuruh Si Anak untuk kembali ketempat duduk masing – masing , pelajaran di mulai dengan do’a dan masuk ke materi pelajaran....., bel keluar main berbunyi si Anakpun begegas kekantin depan sekolah....kebiasaan anak - anak disekolah itu adalah makan dulu baru dibayar..oleh karena si Penjualpun merasa biasa saja dengan hal tersebut, sekali – sekali si Anak berutang karena terkadang mengiinginkan sesuatu tapi tidak cukup uang.
Bel masuk berbunyi dan tidak lama lagi bel pulang juga demikian , proses belajar mengajar berlanjut hingga akhirnya pulang. Di perjalanan pulang biasanya si Anak tak langsung kerumah oleh karena terus – terusan singga di tempat teman – temannya ngobrol atau saling bertukar fikiran tentang permainan yang akan mereka mainkan sore harinya setelah diskusi mereka sudah selesai si Anankpun pamit pulang dan berteriak “ jangan lupa nanti sore kita main di lapangan “ . Si Anakpun sampai dirumah dan tidak langsung makan siang namun memeriksa perlengkapan mainannya nantinya, si Anak tertidur mungkin karena kelelahan saat mencoba memilah – milah mainannya dan dipun lupa makan.......
Si Anak terbangun karena suara ketam listrik disamping rumahnya dan melihat jam sudah pukul 16.00 sore, “ saatnya main “ kata si Anak namun terlebih dahulu dia ingin makan dulu karena kelaperan , sesekali terdengar suara seorang wanita dan itu adalah ibunya “ Sholat dulu baru pergi main” dan si Anakpun menjawab “iyya “, setelah makan dan sholat si Anak berlari keluar rumah dan tidak lupa membawa perlengkapan mainanya.

Singkat cerita tentang salah satu rutinitas anak – anak tahun 80 an di masa itu pada akhirnya si Anak jadi berubah tingkah laku pada masa duduk dikelas V dan VI dimana mendapatkan ranking I dan tetap masuk lima besar sampai duduk dikelas VI sekolah dasar.
Demikian salah satu cerita nyata diatas yang mungkin sangat singkat namun bisa dipahami maksudnya dimana terdapat seorang wanita yaitu ibunya yang senantiasa melayani keperluan anaknya setiap harinya terutama pada saat si Anak akan menuntut ilmu, Terdapat si Anak yang keliahatannya acuh seolah tidak terlalu beraturan hidupnya, namun pada akhirnya dengan pergaulan aktivitas sehari – harinya membuat anak ini bisa meraih juara kelas, yang dapat kita petik dari cerita ini adalah tentang kehidupan si Anak yang selalu memanfaatkan waktunya untuk bersosialisasi kecuali kalau lagi tertidur hehehe, dan sebenarnya dengan aktivitasnya itu si Anak terus belajar disuatu sisi kehidupan .
Maaf yah.....para pembaca dengan singkatnya tulisan ini, karena ini merupakan pancingan untuk cerita atau apa – apa saja yang nantinya akan saya publish.......thanks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri koment dong, karena komentar anda sangat bermanfaat buat perkembangan blog kami
Terima kasih.