Kami Mengutamakan Performance Yang Baik Demi Terwujudnya Sistem Kerja Yang Proffesional Sehingga Kepuasan Owner Bisa Terjamin


Sabtu, 21 November 2009

KALINDAQDAQ

Jika kita menengok ke belakang, menelusuri lintas sejarah di Litaq Polewali Mandar, tak dapat dimungkiri bahwa nama Bumi Balanipa ini, adalah nama yang paling paten dan monumentum sejarah yang bisa bertutur banyak tentang masa lampau yang teramat jauh kebelakang dengan segudang kearifan leluhur dari berlapis-lapis generasi, yang bisa jadi panduan untuk memotivasi diri menapak penyesuaian masa kekinian dan selanjutnya menyongsong hari esok buat generasi pelanjut kita.

Yang kedua tak dapat dibantah bahwa Bumi Balanipa ini, sentralnya ungkapan-ungkapan leluhur yang penuh sopan, dan gerak langkah yang penuh santun, suatu bukti dengan melalui salah satu ugkapan, yang mana ungkapan ini sudah membudaya di masyarakat Mandar, utamanya di Balanipa ini dan ungkpan tersebut sampai detik ini, tak pernah lapuk karena hujan, tak pernah lekang karena panas, yang mengatakan :

“NA TAMA DI BALANIPA, MAINDANG KEDO PUANG, NAUPOKEDOI NAUNG MOLIMBO-LIMBO”. (Saya akan ke Balanipa, meminjam/memeperhatikan tegur sapa yang sopan, gerak langkah yang santun, demi kucontohi, kuikuti untuk menghadiri acara-acara resmi).

Justru itulah para tokoh budayawan Mandar, sebahagian besar mengtakan, bahwa sastra Mandar ini, utamanya di Bumi Balanipa, dapat dibagi tiga point, yakni :

1. Kalindaqdaq

2. Pappasang

3. Pemanna

II. KALINDAQDAQ

Ciri kalindaqdaq, seperti umumnya puisi, adalah keterbatasannya, ketakbebasannya, yang membedakannya dengan toloq, karena toloq, seperti umumnya prosa, lebih bebas, lebih leluasa dalam bentuk dan aturan-aturan pengucapan.

Seperti halnya pantun Melayu, tembang Jawa, kelong Makassar, Elong Bugis, dan londe Toraja; maka kalindaqdaqpun diikat oleh syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi : jumlah larik dalam tiap bait, jumlah suku kata dalam tiap larik, dan irama yang tetap.

Menurut kebudayawan Mandar, kalindaqdaq Mandar mempunyai bentuk :

a. tiap bait terdiri atas 4 bait larik (baris).

b. larik pertama terdiri atas 8 suku kata.

c. larik kedua terdiri atas 7 suku kata.

d. larik ketiga terdiri atas 5 suku kata.

e. larik keempat terdiri atas 7 suku kata.

f. merupakan puisi suku kata.

g. Persajakan kalindaqdaq umumnya bebas, meskipun ada juga yang bersajak-akhir aaaa, abba, aabb.2)

Tema-tema kalindaqdaq :

1. humor (kalindaqdaq pangino)

2. satire (kalindaqdaq paelle)

3. kritik sosial (kalindaqdaq pappakaingaq)

4. pendidikan/nasihat (kalindaqdaq pipatudu)

5. keagamaan (kalindaqdaq masaalla)

6. kejantanan/patriotisme (kalindaqdaq pettomuaneang)

7. percintaan/romantik (kalindaqdaq to sipomongeq).

III. KALINDAQDAQ PANGINO (PUISI HUMOR)

1. Mua matei paqbokaq

Da mu balungi kasa

Balungi benu

Tindaqi passukkeang

(Kalau meninggal petani kopra

Jangan kafani kain kasa1)

Kafani saja serabut kelapa

Passukkeang2) jadikan nisannya

2. Indi tia to muane

Kande-kande sarana

Tiakkeqna kaca gommo

Magallisnaq domai.

(Aku ini pahlawan

Pahlawan dalam kue-kue

Terangkatnya toples

Habis, bersih, disikat tanpa sisa).

3. Indi tia to muane

Makko kaiyang sarana

Meloq si pattombangan di ule-ule bue

Meloq siruppuang kasippi.

(Aku ini pahlawan

Selalu memperhatikan mangkok besar

Rela sama bergelimang di bubur kacang hijau

Ikhlas lebur bersama kasippi1)

4. Indi tia to muane

Bolu peranggi sarana

Meloq di cingga, dipasicingga kue lapis

Melo si accurang sakko-sakkoq2.

(Aku ini pahlawan

Adalah mitranya kue bolu paranggi

Rela diwarnai, bersama kue lapis

Ikhlas hancur bersama sakko-sakko).

5. Indi tia passikola

Buku tulis sarana

Meloq dibaca

Meloq dipanulissi

(Aku ini anak sekolah

Adalah pencintanya buku tulis

Siap untuk dibaca

Sedia untuk ditulis).

IV. KALINDAQDAQ PAELLE (PUISI SATIRIK)

1. Polei paqlolang posa

Pesiona balao

Soroqmo dolo

Andiang buku bau

(Telah bertandang seekor kucing

Yang mengaku utusan tikus

Sudahlah, pulanglah

Disini tidak ada tulang-tulang ikan).

2. Mane dioi di baqba

Ibussang baba bua

Tirimba posa

Naola penawannaq.

(Baru ada diambang pintu

Si rakus gendut

Terhalau kucing

Ditimpa hembusan nafasnya).

3. Landuri diong I lissi

Punno lisseq tondonnaq

Timbeq-i naung

Sarappiq1) saq uyungan.

(Lewat dijalan si Lissi

Penuh kutu kepalanya

Lempari kebawah

Sisir rambut seikat).

4. Landuri diong I Kaco

Massoppoq patti loqbang

Meloq disanga

Pole ditana Jawa

(Lewat jalan si Kaco

Memikul peti kosong

Mau dikata

Datang dari pulau Jawa).

V. KALINDAQDAQ MAPPAKAINGAQ (KRITIK SOSIAL)

1. Pitu tokke pitu sassa

Sattindorang buliliq

Sangnging ma uwang

Baleri tomawuweng.

(Tujuh tokek tujuh cecak

Dan seiringan kadal

Semuanya berkata

Genit lagi si orang tua).

2. Muaq diang to mawuweng

Baler mendulu

Alangi rottaq*)

Patuttuang tondinnaq

(Bila ada orangtua

Genit kembali

Ambilkan sendok nasi

Pukulkan ke tengkuknya).

3. Mau ana’, mau appo

Mau biya, mau perruqdusang

Mattedoang koyokang

Ito tambeasa maq gau.

(Namun anak kandung, maupun cucu

Sekalipun cibirang tulang, kendatipun keturunan

Menendang kobokan

Orang tak pernah menduduki fungsi).

4. Innami takkeamaq lino

Tattallang dunnia

Poppor loka

Musanga uru sei.

(Bagaimana tidak akan kiamat bumi

Tak kan tenggelam dunia

Tandang pisang yang dibawah

Disangka tandang pisang yang diatas).

5. Di pebulu dami manu

Di pemarabe dami

Andiang tomi

Di peillang sissiqna.

(Bulunyalah ayam yang dilihat

Mahkota indahnya yang dipandang

Tiada perlu lagi

Diperhatikan sisik keberadaannya).

6. Pammanauangi tuq-u paqmai

Mua ita to tuna

Pammongeangi tuq-u ate

Muaq ita to kasi-asi.

(Sedih nian sanubari

Bila kita orang hina dina

Sakit nian hati

Jika kita orang miskin).

VI. KALINDAQDAQ PIPATUDU (PUISI PASTORAL)

1. Dipameang pai dalle

Dileteangngi pai

Andiang dalleq

Mambawa alawena.

(Rezeki harus dicari

Dan dibuatkan titian

Tiada rezeki

Yang datang sendiri).

2. I Cicci paq manini

Kaiyang simbolongnaq

Di pettuppuang

Diperauang sorong.

(Si puteri kesayanganlah kelak

Besar indah sanggulnya

Dipertahankan/dikokohkan

Dimintakan mas kawin).

3. Nadiondoq-i I Cicci

Na di damo-damoi

Tuo marendeng

Diang bappaq dalleq-na.

(Diayun puteri kesayangan

Dengan belaian kasih sayang

Panjang umur

Semoga mendapat rezeki).

4. Diang dalleq mulolongan

Daq mu gula-gulai

Andiang tu-uq

Nasadia-diannaq.

(Ada rezeki diperoleh

Jangan diroyalkan

Sebab tidak akan

Selalu ada).

5. Usurung mallete lembong

Matindo manu-manu

Maq ayumai

Dalle pole dipuang.

(Walau harus menyeberangi lautan

Tidur laksana burung

Demi berikhtiar/berusaha

Rezeki dari Yang Maha Kuasa).

VII. KALINDAQDAQ MASAALA (PUISI RELIGI)/AGAMA

Disebut kalindaqdaq masaala, karena berisi masalah-masalah keagamaan.itulah sebabnya kalindaqdaq masaala umumnya terdiri dari dua bait. Bait pertama mengajukan masalah, bait kedua memberikan jawaban.

1. Inna sambayang-sambayang

Sambayang tongang-tongang

Meloq u issang

Meloq uu ajappui.

(Mana sembahyangnya sembahyang

Sembahyang yang sebenar-benarnya

Ingin kutahu

Ingin kuyakini)

Indi sambayang sambayang

Sambayang tongang-tongang

Tandi kedoang

Napakedo alawena.

(Inilah sembahyangnya sembahyang

Sembahyang yang sebenar-benarnya

tidak digerakkan

digerakkan dirinya sendiri).

2. Ahera oroang tongan

Lino dindan di tiaq

Borong to landur

Leppang dipettullungngi.

(Kampung akhirat tujuan akhir

Dunia ini hanya pinjaman

Ibarat musyafir

Sekedar singgah untuk berteduh).

3. Meillong domai ku’bur

Siola sulo-oq mai

Oroang ku’bur

Taq lalo mappttannaq.

(Dunia kubur memberi isyarat

Hendaklah anda siapkan obor

Sebab disana diliang kubur

Gelap gulita tiada taranya).

4. Sambayang di tiaq tu-uq

Namaka di pesulo

Kedo macoa

Namaka di pekasor.

(Sembahyang itulah yang paling baik

Dijadikan obor dalam kegelapan

Karya yang mulia

Bekal yang cocok dijadikan kasur).

5. Tandi soppoi sambayang

Tandi teweq-i jenqne

Iyamo tiaq

Maparri di pogau.

(Tidak akan dipikul sembahyang

Tidak akan dijinjing wudhu

Itulah dia

Sukar dilaksanakan).

6. Manu-manu apa tiaq

Pole di dappingallo

Zkkir bambaqna

Koroang pecawannaq

(Burung apa gerangan

Yang datang disaat subuh

Zikir suaranya

Al-Qur’an tawanya).

7. Apa ande di suruga

Pewongan di alleqna zikkir

Tambottuq

Lailaha Illallah.

(Apa gerangan santapan di surga

Bekalan diperantaran zikir

Yang tak pernah putus

Kalimat Lailaha Illallah).

8. Manu-manu disuruga

Saiccoq pole boi

Mappettuleang

To sukku sambayanna.

(Burung indah penghuni surga

Senantiasa datang mengintai

Mengintai dan menanyakan

Orang yang sempurna shalatnya).

9. Passambayang mo-oq dai

Pallima wattu mo-oq

Iyamo tu-uq

Pewongan diahera.

(Hendaklah anda tegakkan shalat

Lima waktu selalu sempurna

Sebab itulah bekal abadi

Menuju hari kemudian).

10. Apamo di tiri alang

Di parakkaqna dunnia

Annaq mikkeqde

Boyang sambua-bua.

(Apa yang diciptakan alam

Dalam membangun dan menata bumi

Sehingga berdiri

Rumah yang satu-satunya).

11. Boyang sambua di lino

Daq dua arriannaq

Pitussulapa

Pitu pepattoang.

(Rumah satu di dunia

Dua tiangnya

Tujuh sudut

Tujuh jendelanya).

12. Boyang dilalang di kaodong

Pitu sawa-sawannaq

Mesa tibua

Pura dipepattoi

(Rumah didalam kenangan abadi

Tujuh bubungan atapnya

Satu terbuka

Semuanya ditempati mengintai).

13. Pappeyappu daq di Puang

Di tajallinna Muhamma

Rapangi tu-uq

Bilang sappulo appe.

(Keyakinanlah kepada Yang Maha Kuasa

Sinar dan cahaya Muhammad

Bagaikan

Bulan purnama raya).

14. Pappeyappu daq di Puang

Tannaratang paindoqna

Si pekkedeang nurung

Anna Muhamma.

(Keyakinanlah kepada Yang Maha Pencipta

Betapa terang cemerlangnya

Sejajar dan searah nurung

Dengan Muhammad).

15. Muaq polemi manini

Di andiang rapanganna

Iya issanna

Lailaha Illallah.

(Bila tiba kelak

Yang tiada perumpamaannya

Didalam pengetahuannya

Oleh Yang Maha Agung).

16. Ayappui tonga-tongan

Rokonna asallangan

Iyamo tu-uq

Pewongan di ahera.

(Pahami yang sebenar-benarnya

Semuanya rukun Islam

Sebab itulah

Bekal akhirat kelak).

17. Bismillah akkeq letteqna

Alepuq pelliaqna

Turang loana

Lailaha Illallah.

(Bismillah angkat kakinya

Alif langkahnya

Tutur katanya

Lailaha Illallah).

VIII. KALINDAQDAQ PETTOMUANEANG (PUISI PATRIOTISME)

1. Indi tia to muane

Bannang pute sarana

Meloq di bolong

Meloq di lango-lango.

(Aku ini pahlawan

Adalah benang putih

Yang siap basah

Menghadapi warna apapun).

2. Muaq tongano muane

Pattandai mo-oq galung

Nadiengei

Sipettombangan cera.

(Bila anda betul pahlawan

Tunjukkanlah lokasi dan lapangan

Akan di tempati

Sama bergelimang di telaga darah).

3. Menangi kaccang tunggara

Menangi na sumobal

Tanda mokau

Tuali di lolangan.

(Semakin kencang angin tenggara

Semakin layar terkembang

Suatu pertanda pantang mundur

Balik surut dari samudera luas).

4. Takkalai di sobalang

Dotai lele ruppu

Dadi nalele

Tuali di labuang.

(Sekali bahtera layar terkembang

Karam dan hancur tak kuhiraukan

Asal tidak gempar terseriar

Balik surut ke pangkalan semula).

5. Muaq purami di palandang

Pemali diliaiq

Muaq purami di pobambaq

Pemali di peppondoq-i.

(Jika sudah terbentang

Pantang dilangkahi

Bila sudah diikrarkan

Pantang membelakangi).

6. Muaq purami di pau

Purami di poloa

Daq leqba tia

Soroq tammappasaqbi

(Bila kita sudah berucap

Jika mulut sudah berbincang

Jangan sampai mencoba diri

Surut menghilang tanpa pamit).

7. Dotai sisaraq

Salakka annaq uluttaq

Dadi tia sisaraq

Loa tongatta.

(Lebih baik berpisah

Badan dengan kepala

Dari pada berpisah

Ungkapan yang telah diucapkan).

8. Dotai tau sisaraq

Maraqdiatta

Dadi tia sisaraq

Assamalewuangtaq.

(Lebih baik kita berpisah

Pemimpin kita

Dari pada berpisah

Persatuan dan kesatuan kita).

9. Namanetteaq lipa

Sureq di sigayangngi

Puccana cera

Birinnaq mata gayang.

(Aku akan menenung sarung

Corak saling bertikaman

Kepala coraknya darah

Pinggirannya mata keris).

10. Tania passobal

Muaq mappelinoi

Lembong di tiaq

Mipatada di pottanaq.

(Bukan awak perahu

Bila menunggu tenangnya ombak, redanya badai

Sebab ombaklah

Yang membawa hingga dapat tiba di daratan).

11. Tania to muane

Muaq jiripai gayang

Attonganang di tiaq

Di sanga to barani.

(Bukan pahlawan

Bila harus ada keris terselip di pinggang

Karena keadilan dan kebenaranlah

Yang dikatakan kesatria).

IX. KALINDAQDAQ TO SIPOMONGEQ (PUISI ROMANTIK)

1. Pitu buttu mallindungi

Pitu taq-ena ayu

Purai accur

Naola saliliq-u.

(Tujuh gunung menghalangi

Tujuh dahan kayu

Semua rata semuanya hancur

Dilanda rinduku).

2. Batu toyang dilolangan

Peatallangngoq-o naung

Apaq nanaolai

Lopinna tomasara nyawa.

(Wahai batu dan karang di tengah samudera

Tenggelam dan karamlah engkau

Karena akan dilintasi

Perahunya kelana yang merana).

3. Ulamung batui sarau

Di naunna ende’mu

Jappoq-I batu

Tanjappoq passengaq-u

(Kubenamkan cintaku, bak membenam batu

Di bawah tanggamu

Batu hancur

Tapi kerinduanku tak akan luntur).

4. Nalayangangmi cinnaq-u

Naliliang sarau

Iqdai mala

Dipasima-simangngi.

(Diterbangkannya harapanku

Dilayangkan harapanku

Tak dapat lagi

Untuk menahannya).

5. Mapanraq sonaiq toaq

Mongeaq sonai toaq

Muaq iq-o bandi

Usimonge-mongeang.

(Susah dan merana tak kan mengapa

Sakit pedih biarkan daku

Asalkan dikau

Membalas kasihku).

6. Ukolliangi sarau

Di lisu simbolongmu

Mau matindo

Muilalai toaq.

(Kuikatkan tanda kasihku

Di pusat sanggulmu

Biarpun kau nyenyak tidur

Kan terkenang juga kepadaku).

7. Pattuaq mannawa-nawa

Saqulaq mattimbangngi

Maupaq bandi

Muaq na teqtoq iq-o.

(Sulit sungguh memikirkan

Sukar nian merenungkan

Mujurlah diri

Bila engkau demikian jua).

8. Beru-beru baqbar-aoq

Pandeng malassuq-aoq

Napuppi-aoq

Ito pammalanreang.

(Melati, janganlah engkau mekar

Nenas, janganlah engkau layu

Jangan sampai di petik

Oleh insan yang pembosan).

9. Beru-beru penggilingmu

Bunga lawar passoemu

Bunga tipussuq

Peitammu leqmai.

(Bunga melati pandanganmu

Kembang mawar ayunan tanganmu

Bunga mekar harum

Lirikanmu terhadapku).

10. Mettugalanga di ayu

Ayu sappeq-o naung

Meindaq lao di pappang

Pappang raqbamo naung

Damaq dilino moge’ tandi pakannyang.

(Kuberpegang di dahan kayu

2 komentar:

  1. k' perbaxak kalindaqdaq tentang remaja donk.... by Putri Balanipa Mariona anak indo alewu

    BalasHapus
  2. k' kalo bisa nerbitkan juga kalindaqdaq piparakee'... By Mariona Putri Balanipa Nakx Indo Alewu

    BalasHapus

Beri koment dong, karena komentar anda sangat bermanfaat buat perkembangan blog kami
Terima kasih.