ETIMOLOGI MASA
Oleh : Ali Ridho Lapatau
Borneo, 07 - 01 - 2011
Disana nampak kampung kecil dengan dinding-dinding anyaman bambu
Wadah pembentukan diri, adat dan sifat Amandaran
Berinteraksi dengan waktu menyelaraskan rule Mahakosmos
Sampai Lelap terbangun untuk kembali menyusuri cakrawala
Setelah mengenyam tatanan secuil proses hidup Amandaran
Dengan setetes teologi dan akademis dibahu
Sejenak melambaikan tangan, melangkah demi masa dan kematangan jati diri
Sebagai realisasi intuisi dan angan yang telah membatu di alam sadar
Kidung bidadari angin timur akrab, seiring derap riuh langkah dan ujung pandangku
Hidrogen yang merubah wujud menjadi helium menitip spirit intensitasnya
“Menangi kaccang tunggara menangi nasumobal tanda moka’u tuali rilolangan”
(Semakin kencang angin tenggara, Semakin layar terkembang Suatu pertanda pantang mundur Balik surut dari samudera luas)
Ideologi moyang itu menganggukkan Einstein dalam kutipan 99 kegagalanya
Sesekali alam menegur dengan candaan keseimbangan,
Sekumpulan Camar meliuk menukik pusaran angin pertanda keharmonisan,
Sepasang pancaran binar mata dan aroma merayu ke pembaringan
Menggugah lirihnya hasrat malamku di ujung rembulan
Aku tidak ingin menjadi apapun dan siapapun, kecuali bejana retak dan baju koyak Rasulullah,
Sang Genius asal Prancis Napoleon Bonaparte, kecuali gerakan taktiknya,
Presiden pertama Bung Karno, kecuali Falsafah dan Pancasilanya
Serta Ibuku..Ibuku...Ibuku, kecuali suci keihlasan dan kasih sayangnya
Kubentangkan layar perahu bercadikku serupa nelayan - nelayan Bala
Jelajahi samudera tanpa menunggu senja untuk kembali ke daratan
Berbaur dengan kaum – kaum hedonis,Kusala dan Akusala
Hingga menunggu cahaya kearifan dari lauful mahfudz
Genap usiaku 27 tahun, jenjang umur yang dikonotasikan negatif
Namun tak henti melalui warna warni hidup dengan optimis dan ketauhidan
Menepis masa keterpurukan dan keguguran sejarah
Berjuang menagih janjinNYA karena kenginan yang tak terkabulkan
Dinding anyaman bambu itu sudah mulai kusam dan lapuk
Buku tanpa judul, warisan ayahpun pudar berdebu dan mulai digerogoti Gegat
Tunggu aku..... akan kubawakan segelas air dari sumur Iberahim
Untuk kita minum bersama di meja kayu coklat belang itu, bercerita tentang wujud sketsa mimpi
***
AKU DAN BUMI
Sisa pagi hari ini kusantap lahap
Bersanding kutilang bersiul mesra
Menemani langit merancang cuaca
Sembari aku berbisik bisik dengan awan
Apakah schedule dan designya selalu terealisasi tepat sasaran ????
Tidak lagi!!! lontar si Awan
Jam 8 pagi aku akan pindah dari gerbong gerbong asap komposisi kimia Metana (CH4), Etana (C2H6),Propana (C3H8), Butana (C4H10), Sulfur....
Walau terkadang bingung akan hijrah kemana...
Magic Supranatural para paranormal berlomba menyerang langit
Ohhh sungguh menyedihkan Tanah airku tanah air yang bukan lagi milikku
Apakah Tanah air yang gemah ripah lohjinawe hanya disandang Bumi Indoensia masa lampau?
Rasanya Bumi menjadi tidak adil
Angin, Api, Air dan tanah tak lagi saling mengenal
Petuah nenek moyangku tak lagi ternyiang di telinga
Kitab suci semakin menampakan wujud aslinya
Sedang Manusia berlomba - lomba menggunakan istilah DEJAVU
Tuhanku Penguasa Jagad Raya
Apa yang akan terjadi dengan akalku dimasa depan
Akankah manusia nanti secara nyata akan mencabut nayawanya sendiri,
Karena ilmu yang engkau berikan pula ?
Tuhanku ....berikan jawabanmu setelah hambamu pantas mendiami Syurgamu.
***
Mandar, 05 - 11 - 2001
Tenna diang pappena’ding mua namindolomi tau
Namikke’de’ banda dipondo’na kata’bermu
Anna tia pepaturummu
Upeirrangi situru ateu
***
***
AKU DAN BUMI
Oleh : Ali Ridho Lapatau
Borneo, 22 - 05 - 2010
Sisa pagi hari ini kusantap lahap
Bersanding kutilang bersiul mesra
Menemani langit merancang cuaca
Sembari aku berbisik bisik dengan awan
Apakah schedule dan designya selalu terealisasi tepat sasaran ????
Tidak lagi!!! lontar si Awan
Jam 8 pagi aku akan pindah dari gerbong gerbong asap komposisi kimia Metana (CH4), Etana (C2H6),Propana (C3H8), Butana (C4H10), Sulfur....
Walau terkadang bingung akan hijrah kemana...
Magic Supranatural para paranormal berlomba menyerang langit
Ohhh sungguh menyedihkan Tanah airku tanah air yang bukan lagi milikku
Apakah Tanah air yang gemah ripah lohjinawe hanya disandang Bumi Indoensia masa lampau?
Rasanya Bumi menjadi tidak adil
Angin, Api, Air dan tanah tak lagi saling mengenal
Petuah nenek moyangku tak lagi ternyiang di telinga
Kitab suci semakin menampakan wujud aslinya
Sedang Manusia berlomba - lomba menggunakan istilah DEJAVU
Tuhanku Penguasa Jagad Raya
Apa yang akan terjadi dengan akalku dimasa depan
Akankah manusia nanti secara nyata akan mencabut nayawanya sendiri,
Karena ilmu yang engkau berikan pula ?
Tuhanku ....berikan jawabanmu setelah hambamu pantas mendiami Syurgamu.
***
TAK BISA BERSAMA
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Mandar, 05 - 11 - 2001 )
Kuingin engkau ada disampingku selalu
Dan... kuingin engkau tau setiap langkah – langkahku
Jangan bersedih saat kutinggalkan dirimu
Jangan menangis karena ku akan pergi
Maafkan aku terlalu sayang padamu
Hingga kau tak merelakan kepergianku
Maafkan aku terlalu menghias hatimu
Hingga kau tak sudi...tak sudi melepas aku
Aku tak bisa untuk selalu bersamamu
Sudah kau tau ku akan jauh darimu
Jaga dirimu bila kau sayang padaku
Suatu saat nanti kupasti akan....akan kembali
Mafakanlah diriku.............
***
HARI JUMAT MENGEMIS
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Borneo, 9 Oktober 2009
Bangun pagi kucium bau amis
Mata perih bercampur pedis
Cuaca tak bersahabat karena gerimis
Membuat aku tak lagi meringis
Bergegas mandi lalu berwudhu
Byur...Byur air temaniku
Tak tik tok gayung beradu
Buatku diam terpukau kaku
Ohh...hari jumat bengis
Kuratap nasib tak kunjung habis
Mata berkaca kaca nampak membias
Membuat aku jadi mengemis
Bangun pagi kucium bau amis
Mata perih bercampur pedis
Cuaca tak bersahabat karena gerimis
Membuat aku tak lagi meringis
Bergegas mandi lalu berwudhu
Byur...Byur air temaniku
Tak tik tok gayung beradu
Buatku diam terpukau kaku
Ohh...hari jumat bengis
Kuratap nasib tak kunjung habis
Mata berkaca kaca nampak membias
Membuat aku jadi mengemis
***
THE COGITATION
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Borneo, 30 Oktober 2009
Hai Hamba: Aku tidak rela engkau peruntukan dirimu bagi sesuatu
Walaupun harapanmu akan syurga sekalipun
Karena aku ciptakan engkau hanya untukKU
Supaya engkau berada disisiKU disisi yang tiada sisi dan dimana yang tiada mana dan
AKU ciptakan engkau atas pola gmbarKU seorang diri, tunggal, mendengar, melihat dan berkemauan Serta berbicara dan
AKU jadikan engkau mempunyai kemampuan untuk Tajallinya ( menyatanya ) nama – namaKU dan tempat untuk pemeliharaanKU,
Engkau adalah sasaran pandanganKU tiada dinding penghalang yang memisahkan AntaraKU dan antaramu,
Engkau teman duduk semajelis denganKU maka tiada pembatas AntaraKU dan AntaraMU.
***
NAMINDOLOI TAU PALAKANG
Oleh : Ali Ridho LapatauMandar, 05 - 11 - 2001
Tenna diang pappena’ding mua namindolomi tau
Namikke’de’ banda dipondo’na kata’bermu
Anna tia pepaturummu
Upeirrangi situru ateu
***
RINDU ALLAH
Oleh: Ali Ridho Lapatau
Akal pmberianmu tak mampu menemukan singgasanaMU apalagi harus mlihat...
Tak ada kalimat yang bisa mendefenisikan apalagi mencari satu kata yg pas buat memastikan kbradaanMU.
Yang maha besar, kucoba bergulat dngan nafasku seraya menunggu ada bunyi dan sampai didetak kenikmatan.
Masuklah sampai d tnggorokanku dan teruskanlah dngan kelembutan hingga berujung di cahaya yag tak ada duanya di dalam diriku...
Sesuatu menjalar menglilingi tubuh bermain...kemesraan,
Aku disini..ya engkau disana dan kita akan brtemu di satu titik itu., entah..entah AKU sedang dmana...???, LAILAHAILLALLAH.
***
Tak ada kalimat yang bisa mendefenisikan apalagi mencari satu kata yg pas buat memastikan kbradaanMU.
Yang maha besar, kucoba bergulat dngan nafasku seraya menunggu ada bunyi dan sampai didetak kenikmatan.
Masuklah sampai d tnggorokanku dan teruskanlah dngan kelembutan hingga berujung di cahaya yag tak ada duanya di dalam diriku...
Sesuatu menjalar menglilingi tubuh bermain...kemesraan,
Aku disini..ya engkau disana dan kita akan brtemu di satu titik itu., entah..entah AKU sedang dmana...???, LAILAHAILLALLAH.
***

Aku suka puisinya.
BalasHapusMantap gan........
BalasHapusBoleh ak copy gan puisinya????
BalasHapus